Rabu, 03 Februari 2010

satu judul saja


Demi Masa......Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.......Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
"KAMU TERLAMBAT...." itulah mimpi seram yang selalu membakar bara nafsuku, saat berburu dengan waktu, saat dalam kepenatan yang luar biasa. Kalimat "seandainya aku" (jathukno) melengkapi penyulut api keterlambatan dan penyesalan. Tapi setelah tak pikir-pikir semua ini hanyalah manifestasi kekufuran yang menggerogoti imanku. Ribuan kali matahari terbangun hanya menambah dalam lubang kekufuran yang saya gali dengan ambisi. Astaghfirullahaladzim.... nyuwun pangapunten Gusti!!!..... rugi wekdal ingkang katulis dateng firmanMU lepat kawulo maneges.
Jemariku salah menghitung yang telah Engkau berikan...... SEKAR dan AYU serta JASMINE  permata yang selalu membuat gaduh rumahku hanya kami beri kalkulasi kwalitatif, saya lupa catat saat mereka menghubungiku dg penuh harap untuk segera pulang ketika tak didekatnya, saya tak catat saat saya datang dan ditagih pensil, crayon, es krim, roti boy dll, terlewat menghitung ketika mereka berebut ingin digendong ayahnya, hangat kopi pagi hari dari istrikupun terlepas dari hitungan, dan masih banyak lagi kenikmatan yg datang bertubi terlewat untuk kami tangiskan dihadapanMU. Duh... Gusti ternyata ni'matMU melampaui batas kalkulasi insani, sekalipun kalkulus di seluruh jagadMU digunakan sbg satuan hitung.
Sekar Agami & Ayu Hazlia serta Jasmine anugerah yang tak terukur. Marahnya, tangisnya, rengekan permintaanya menambah panorama rumah mungilku. Sakit dan rintihanya membangunkan dari mimpi indahku. Sekar....!!! Ayu....!!!Jasmine...!!! engkau akan beranjak pada jamanmu. Sang jaman akan bergerak tanpa menghiraukanmu seperti dawuh kanjeng Nabi. "engkau lebih tahu permainan duniamu!!!, . Sanggupkah engkau ada didepannya, mengendalikan permainan, mewarnai sebagai manusia yang berguna bagi jamanya sampai akhirnya takdir game over menjemputmu.


If you tried to number Allah’s blessings, you could never count them. Allah is Ever-Forgiving, Most Merciful.